Mukhlis Paeni: Tenas Efendy, “Penutur Madah Sepanjang Zaman”

/
Dr. Mukhlis PaEni (Foto: Dok. LAMR)
  1. Berbahasa Melayu yang Baik
    • Hati, perbuatan, ucapannya satu. Lidahnya jujur hatinya suci.
  2. Ia beradat istiadat Melayu maka Melayulah Ia, Apa tanda Melayu beradat jujur dan ikhlas menjadi tabiat. Jujur hatinya dunia akhirat Pada yang jujur Ia bertempat, karena jujurnya tidak dibuat-buat karena jujur, kepada yang jujur dia berkhidmat, kepada kejujuran hatinya bulat.
  3. Dan Ia beragama Islam, maka Melayulah Ia.

Apa tanda Melayu sejati

Bersama Islam hidup dan mati

Islam melekat di dalam hatI

Dengan Islam Ia sehati

Sebarang laku menurut sunnah

Hidup takwa kepada Allah

Hidup mati bersama aqidah.

Dalam hal inilah keberadaan seorang TE menjadi sangat penting karena darinya-lah orang-orang Malaysia secara intelektual dapat memperoleh khazanah Kemelayuan yang amat berharga; Khazanah Kemelayuan yang menjadi syarat utama untuk disebut sebagai seorang Warganegara yang terhormat.

Bagi Indonesia, kata Melayu bukan sebuah ikon Politik.  Melayu adalah sebuah ikon budaya dalam pemahaman etnis dari sebuah scope special yang bernama negeri-negeri Melayu. Scope special ini berada dalam sebuah lingkuo yang amat besar yang bernama NKRI.  Sama juga dengan perbedaan presepsi antara istilah Nusantara bagi Malaysia dan Nusantara bagi Indonesia.

Bagi Malaysia, Nusantara adalah Saujana Tama’dun Melayu yang terbentang luas memanjang dari Thailand Selatan ke Pasifik dan melebar dari Taiwan ke Madagaskar.  Teritorial itulah yang disebut Alam Melayu, Wilayah Kebudayaan Melayu.

Sementara bagi Indonesia, Nusantara adalah sebuah territorial politik, sebuah wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh penjajah Belanda yang disebut sebagai wiliayah kekuasaan Netherland Hindia, terbentang dari Sabang hingga ke Merauke.  Wilayah politik itulah yang direbut melalui perang, dengan mengorbankan darah, nyawa, harta dan airmata. Wilayah politik itulah yang kemudian diberi nama Negara Republik Indonesia. Itulah Nusantara, karena itu ketika nama Indonesia disebut dengan Indon, kita sangat marah, karena kata Indonesia itu adalah kata politik, yang diperoleh melalui Revolusi dan banyak darah, airmata yang mengalir membentuk kata Indonesia itu.

Sangat disadari bahwa Indonesia yang semula disebut dengan Nusantara itu adalah sebuah taman yang indah, penuh bunga beraneka warna. Ke-bhinnekaan yang ada dalam taman tersebut adalah sebuah karunia dari Tuhan.  Bugis-Makassar, Jawa, Madura, Melayu, Banjar, Bali, Sasak, Minang, Batak, Gayo, Aceh, Dayak, Papua, Ambon, Minahasa dan lain-lain.  Kesemua yang berbeda itu sudah sepaham tentang arti Pluralisme dalam berbangsa dan bernegara.  Itu adalah wujud dari sebuah komitmen politik yang disebut Sumpah Pemuda:

Satu Tanah Air, Indonesia

Satu Bangsa, Indonesia

Satu Bahasa, Indonesia

Apalah arti semua ini ? Ialah bahwa komitmen politik untuk menjadi Bangsa Indonesia sudah dilalui dan sudah terwujud dalam symbol Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun satu jua.

Kebhinnekaan itu adalah sebuah karunia pemberian Tuhan yang perlu disyukuri melalui komitmen politik, itu menjadi landasan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara sebuah Negara yang disebut NKRI.  Semua itu sudah dilalui dan sudah berlangsung selama 73 tahun, sejak kemerdekaan Indonesia 17 /8 1945; Namun apa yang belum dilakukan sekarang adalah komitmen Kebudayaan untuk mengisi Komitmen Politik itu. Artinya adalah bahwa semua dari yang berbeda-beda mempunyai kesempatan sama, peluang yang sama, harkat dan harga diri yang sama, perlakuan yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Perjalanan ke arah itu memerlukan perjuangan besar, Perjalanan untuk mencapai tujuan itu masih sangat jauh. Ke arah itu Tenas Effendi menuju. Tempat iitulah yang diharapkan oleh TE sebagai tempat yang selasah bagi anak-anak bangsa ini. Sebagai tempat untuk berkarya bagi generasi mendatang.

Adat hidup berkawan-kawan

Sama melangkah seiring sejalan

Sama mengingat sama menjagakan

Sama merasa rejeki di pinggan

Sama meneguk air secawan

Adat hidup Sama Banjar

Sama beri tunjuk dan ajar

Dalam sempit sama berlegar

Dalam susah sama bersandar

Dalam gelabah sama bersabar

Dalam duduk sama bertikar

Terima kasih

Wassalamu alaikum Wr.Wb

Mukhlis PaEni

sumber : https://lamriau.id/tenas-effendy-pelantun-madah-sepanjang-zaman/

Artikel Serupa