{"id":3181,"date":"2019-09-20T11:01:48","date_gmt":"2019-09-20T04:01:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/?p=3181"},"modified":"2024-07-09T17:25:19","modified_gmt":"2024-07-09T10:25:19","slug":"oepatjara-pelantikan-federasi-bangka-belitoeng-dan-riouw-di-tanjungpinang-1948","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/2019\/09\/oepatjara-pelantikan-federasi-bangka-belitoeng-dan-riouw-di-tanjungpinang-1948\/","title":{"rendered":"Oepatjara Pelantikan Federasi Bangka-Belitoeng-dan Riouw  di Tanjungpinang 1948"},"content":{"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>(<\/strong><em><strong>Verslag Lengkap Upatjara Pelantikan<\/strong><\/em><strong>)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>PADA<\/strong> tahun\n1948, seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau pernah bergabung dalam sebuah\nfederasi bersama Bangka danBelitung\n(yang kini tergabung dalam Provinsi Bangka\nBelitung) dan <em>Belitung<\/em> (Billiton)\nyang disingkat Federasi <em>BaBeRi<\/em> atau adakalanya <em>BABIRI<\/em> (<em>Bangka\nBilliton Riouw<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Federasi\nini adalah sebuah \u2018ikatan longgar\u2019 tiga wilayah (Bangka, Belitoeng, dan Riouw)\ndengan status sebagai \u201cnegara\u201d\nsemi-otonomi atau <em>neo-zelfbesturen<\/em>\n(pemerintah otonomi model baru), dan menjadi bagian (Negara Federal) dari <em>Negara Indonesia Serikat<\/em> (NIS) bentukan\nBelanda yang digagas dalam <em>Konf<\/em><em>e<\/em><em>rensi Malino,<\/em>\ndi Kota Malino, Sulawesi Selatan pada 15 Juli hingga 25 Juli 1946.<\/p>\n\n\n\n<p>Ikatan\nfederatif tiga wilayah\nini dilatarbelakangi oleh pertimbangan\nekonomis dan politis. Dua pertimbangan ini diambil untuk memaksimalkan potensi\nalam (timah dan bauksit)\nserta status daerah semi-otonomi yang diberikan Belanda, untuk sepenuhnya\nmemberi manfaat bagi kepentingan pembangunan di ketiga wilayah ini bila kelak\nbergabung dalam <em>Negara Indonesia Serikat<\/em>\n(NIS) yang akan dibentuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Embrio\ngagasan pembentukan <em>Federasi BaBeRi<\/em>\natau <em>BABIRI<\/em> ini juga muncul dalam <em>Konf<\/em><em>e<\/em><em>rensi Malino<\/em>\nitu, dan pembahasan lebih lanjut tentang ide pembentukan federasi ini dilakukan\noleh badan-badan pekerja Dewan (<em>Raad<\/em>)\n<em>Bangka, Belitoeng,<\/em> dan <em>Riouw<\/em> pada bulan Januari 1948 di Kota\nBelinyu (Bangka). <\/p>\n\n\n\n<p>Gagasan\npembentukan federasi tiga wilayah semakin dimatangkan dalam sebuah <em>Permoesjawaratan Federal <\/em>yang digelar di\nBandung pada bulan 15 Juli 1948, yang juga dihadiri oleh Encik Mohamad Apan dari\nPulau Penyengat (kelak menjadi Bupati Kepulauan Riau pertama), J.B. van\nSchendel, dan Mochtar Hoesin (kelak menjadi Ketua <em>Riouw Raad<\/em> hasil pemilihan umum <em>Riouw\nRaad <\/em>1948) sebagai wakil dari <em>Keresidenan\nRiouw<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada\nmulanya, peresmian federasi ini akan diselenggarakan di Kota Pangkal Pinang sebagai yang\ntelah dipilih sebabagi ibukota <em>federasi\nBaBeRi<\/em> atau <em>BABIRI<\/em>. Namun demikian,&nbsp;\natas permintaan <em>Riouw Raad <\/em>(Dewan Riau) di Tanjungpinang,\nseremonial peresmian\ndan penubuhan federasi\ntiga daerah ini akhirnya dilaksanakan di Tanjungpinang pada hari Senin, 5 Juli\n1948. Prosesi peresmiannya ditandai dengan pelantikan sebuah <em>Majelis<\/em> atau <em>Dewan Federasi BeBeRi<\/em> yang diikuti dengan pembukaan sidang <em>Majelis\nFederasi BaBer<\/em>i yang pertama, oleh Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda,\nDr. H.J. van Mook.<\/p>\n\n\n\n<p>Di\nTanjungpinang, peresmian <em>Federasi BaBeRi<\/em>\ndan pembukaan sidang pertama <em>Majelis\nFederasi BaBeRi<\/em> tersebut diselenggarakan\ndi gedung <em>Riouw Raad<\/em> (Dewan Riouw), sebuah bangunan\npermanen yang kelak digunakan sebagai gedung studio&nbsp; RRI Tanjungpinang yang pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejalan\ndengan peresmian <em>Federasi BeBeRi<\/em> di Tanjungpinang, dilantik pula Tuan\nMasjarif gelar Lelobandaharo dari <em>Dewan\nBangka<\/em> sebagai ketua federasi dengan didampingi oleh Encik Mohamad Apan\ndari <em>Dewan Riouw<\/em>, dan K.A.M. Joesoef\ndari <em>Dewan Belitoeng<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\nsejarahnya, eksistensi <em>Federasi BaBeri<\/em>\ntidak berlangsung lama. Kerja sama\nfederasi ini hanya berjalan sepuluh bulan dan secara resmi berakhir pada\ntanggal 4 April 1950, menyusul masuknya wilayah <em>Bangka, Belitoeng, dan Riouw<\/em> (Kepulauan Riau) ke dalam Negara Republik\nIndonesia sebagai tindak lanjut kesepakatan\npemerintah Republik Indonesia dalam <em>Konf<\/em><em>e<\/em><em>rensi Meja Bunda<\/em><em>r<\/em>\n(KMB) di Den Haag, Negeri Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:center\">***<\/p>\n\n\n\n<p>Upacara\npelantikan <em>Federasi Bangka, Belitoeng dan\nRiouw<\/em> serta rangkaian acaranya di Tanjungpinang dan Pulau Penyengat sejak\nhari Senin hingga Selasa (5 Juli hingga 6 Juli 1948) itu diliput oleh media\ncetak berbahasa Belanda dan Indonesia yang berbasis di Jawa dan Sumatra (media\ncetak nasional ketika itu) serta disiarkan oleh sejumlah petugas radio siaran\nyang didatangkan dari Jakarta. <\/p>\n\n\n\n<p>Jauh-jauh\nhari, surat kabar berbahasa Belanda, <a href=\"http:\/\/www.delpher.nl\/nl\/kranten\/results?cql%5B%5D=%28papertitle+exact+%22Het+dagblad+%3A+uitgave+van+de+Nederlandsche+Dagbladpers+te+Batavia%22%29&amp;coll=ddd\"><em>Het dagblad <\/em>yang diterbitkan oleh <em>Nederlandsche Dagbladpers <\/em>di<em>\nBatavia<\/em><\/a><em>,<\/em> umpamanya, telah\nmenurunkan berita tentang rencana peresmian pengukuhan federasi tiga wilayah\nini itu dibawah judul \u201c<em>Dr. Van Mook Naar\nRiouw Installatie van Federatie<\/em>\u201d (\u201cDr. Van Mook ke Riouw Pelantikan\nFederatie\u201d) pada 30 Juni 1948. Di Medan, harian <em>Het Neuwsblad voor Sumatra<\/em> yang diterbitkan oleh sindikat <em>Deli Corant<\/em> dan <em>De Sumtatra Post,<\/em> juga merilis berita yang sama di bawah judul \u201c<em>De Landvoogd Naar Riouw<\/em>\u201d (\u201cWali Negeri\nke Riouw\u201d) pada 1 Juli 1948.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain\ndigelar secara formal di <em>Gedung Riouw\nRaad<\/em> (Dewan Riau) di Tanjungpinang, rangkaian acara yang melengkapi upacara\npelantikan <em>Federasi BaBeRi<\/em> di Tanjungpinang ketika itu berlangsung\nmeriah selama dua hari penuh: 1.700\nmurid sekolah dilibatkan, ada karnaval\nlaut, Pulau Penyengat dipilih menjadi destinasi dalam kunjungan Gubernur\nJendral ke ibu kota Keresidenan Riouw, dan Kota Tanjungpinang bermandi cahaya\nsempena pawai lampion (<em>Lampion-Optocht<\/em>)\npada malam hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Surat\nkabar berbahasa Indonesia seperti <em>Pelita Rakjat<\/em> yang terbit di Jakarta pada 20 Juli\n1948 melansir dua foto yang merekam peristiwa itu. Sementara itu, surat kabar <em>Pandji Ra\u2019jat<\/em> yang juga terbit di Jakarta mengirim seorang\nkoresponden istiwewanya untuk meliput upacara\ntersebut di Tanjungpinang. Laporan padangan mata atau reportase tentang upacara pelantikan oleh\nkoresponden istimewa dari Surat Kabar <em>Pandji Ra\u2019jat<\/em> itu diterbitkan di bawah judul <em>Oepatjara Pelantikan Federasi Bangka<\/em>, <em>Belitoeng dan Riouw<\/em> pada 9 Juli 1948.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana suasana dan kemeriahan yang mengikutinya? Berikut ini\nsalinan <em>verslag <\/em>(laporan) lengkap\nkoresponden istimewa dari surat kabar <em>Pandji\nRa\u2019jat <\/em>tersebut. <em>Verslag<\/em> ini adalah sebuah model repostase wartawan\n\u2018tempoe doeloe\u2019 yang saya salin sesuai ejaan aslinya dalam Bahasa Indonesia\nyang masih menggunakan Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik yang&nbsp; bercampur-campur dengan kosakata dalam bahasa\nBelanda. Tambahan keterangan dalam kurung siku, adalah dari saya:<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Tiba di Riouw (Tanjungpinang)<\/em><\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Djam 10.30 pagi djam Riouw<\/em> (11.30 djam Jawa) <em>pesawat terbang \u201ccatalina\u201d jang membawa Pjm<\/em> [Paduka Jang Mulia] <em>Letnan Goebenoer Jenderal tiba di Tandjoeng Pinang! Disana beliau disamboet oleh ketiga ketoea dari Dewan2 Bangka, Belitoeng dan Riouw, beserta para pembesar sipil dan militer, dengan seboeah motor-laoet. Motor-laoet ini di kanan-kirinja ada poela 24 perahoe jang dihiasi dengan bermatjam-matjam bendera dan kertas2 berwarna perak, mengirimkan motor Wali Negeri <\/em>[Gubernur Jenderal Hindia Belanda] <em>itoe kepelaboehan. Dipelaboehan<\/em> [Tanjungpinang] <em>disamboet oleh Panitia Penjamboet jang terdiri dari pemoeka2 di Riouw dari segala bangsa lelaki dan perempoean. Dan djoega ada kira-kira 1700 moerid-moerid sekolah lelaki dan perempoean toeroet menjamboet dengan melabai-lambaikan bendera ketjil. Setelah memeriksa barisan kehormatan, maka Wali Negeri dengan rombongannja jang datang bersama-sama itu doedoek mengasoeh<\/em> [mengaso, istirahat] <em>sebentar di rumahnja Pt <\/em>[Padua Tuan]<em> Residen Riouw<\/em> [Gedung Daerah].<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Pelantikan\nFederasi<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pada djam 12.15 djam Riouw<\/em> (<em>11.15 djam Djawa<\/em>) <em>oepatjara pelantikan poen dimulai dalam soeatoe gedung jang sederhana dengan dihadiri lebih dari 100 orang. Dimedja pimpinan doedoek ditengah-tengah T<\/em> [Tuan]<em> Masjarif,\u00a0 di kanan-kirinja <\/em>tt [Tuan-Tuan] <em>Mohamad Apan dan K.A.M. Joesoet, jang ketiga-tiganja meroepakan gaboengan dari tiga ketoea dari Dewan2 Bangka, Belitoeng, dan Riouw. Dimoeka medja itoe doedoek Pjm <\/em>[Paduka Jang Mulia] <em>Goebernoer Djenderal dan dikanan-kirinja doedoek\u00a0 para staafsecretarisen <\/em>(staf secretariat Gubernur Jeneral) <em>dan lain-lain pembesar jang toeroet datang dari Djakarta bersama Wali Negeri itoe, beserta kedoeanja Residenten Bangka-Belitoe dan Riouw. Disebelah kanan medja itoe doedoek para anggauta Dewan Riouw. Para tetamoe jang dioendang terdiri dari segala bangsa lelaki dan perempoean. Poeblik poen ada djoega berdjedjal-djedjal menontoen diroeangan jang ketjil itoe. Film dan fotoe serta ahli technik radio dari Djakarta siboek dengan pekedjaanja masing-masing, begitoe djoega wakil-wakil pers.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ketoea Federasi Pt <\/em>[Paduka Tuan] <em>Masjarif memboeka sidang dan mengoetjapkan pidatonja dalam bahasa Indonesia jang lantjar, pidato lengkapnja lihat dibagian lain. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Setelah itoe, maka Pjm. Dr. van Mook<\/em> [Gubernur Jenderal] <em>poen berpidato, pidato lengkapnja lihat dibahagian lain.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Setelah itoe, maka selesailah penalikan<\/em> [seharusnya pelantikan] <em>resmi Federasi Bangka, Belitoeng dan Riouw dan sidang poen ditoetoep oleh Pt <\/em>[Paduka Tuan]<em> Masjarif.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Lampion-Optoch<\/em><\/strong><strong> <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Sorenja pada djam 18.30 ada poela arak-arakan memakai lampion (tangleng2) jang bermatjam-matjam warnanja. Arak-arakan ini dilakoekan oleh moerid-moerid sekolah besar dan ketjil, lelaki dan perempoean. Mereka terdiri dari segala bangsa Indonesia,\u00a0 Tiongoa dan Belanda. Ramai benar mereka anak-anak itoe bersorak2. Araka-arakan itoe didahoeloei oleh orkest soeling dari tentera keradjaan. Dan diachir sekali ada barisan moesik Tionghoa, dengan pakaian istimewa poela.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Resepsi<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pada djam 19.30 diadakan resepsi diroemahnja Resident <\/em>[Gedung Daerah di Tanjungpinang]<em>. Banjak sekali jang hadir dari segala bangsa. Disitoe kita melihat banjak toean-toean dan tengkeo2 jang berpakaian adat Melajoe-Riouw sedjati. Beliau-beliau ini masih ketoeroenan dari Sultan Riouw dari zaman dahoelo. Banjak Pjm <\/em>[Paduka Jang Mulia] <em>Letnan Goebernoer Djenderal beramah-tamah dengan beliau2 itoe<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Kepoelau\nPenjengat<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Esok paginja<\/em> (Selasa-pagi) <em>telah diadakan perdjalanan dengan motor-laoet melihat-lihat Poelau Bajan, dan poelau Penjengat jang bersedjarah. Dipoelau Penjengat rimbongan Letnan Goebernoer Jenderal disamboet oleh pembesar-pembesar Indonesia jang ada disitoe, dimana Wali Negeri pergi melihat-lihat bekas2 astana toea dari keradjaan Riouw jang soedah tidak ditoenggoe lagi. Roemah holoebalang Riouw jang hebat kelihatnnja serta amat toea itoepoen didatangi oleh rombongan ini. Setelah itoe pergi melihat Mesdjid Soeltan jang baroe benar roepanya, sekalipoen soedah toea dan koerang teroeroes, tetapi mesdjid ini adalah bagoes adanja. Setelah itoe, rombongan ite poen poelang kembali kepoelau Bintan dimana kota Tadnjoeng Pinag terletak. Pada djam 13.00 tepat pesawat terbang Letnan Goebernoer Djenderal terbang melajang kembali ke Djakarta<\/em>.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Verslag Lengkap Upatjara Pelantikan) PADA tahun 1948, seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau pernah bergabung dalam sebuah federasi bersama Bangka danBelitung (yang kini tergabung dalam Provinsi Bangka Belitung) dan Belitung (Billiton) yang disingkat Federasi BaBeRi atau adakalanya BABIRI (Bangka Billiton Riouw). Federasi ini adalah sebuah \u2018ikatan longgar\u2019 tiga wilayah (Bangka, Belitoeng, dan Riouw) dengan status sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":3182,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","_kadence_starter_templates_imported_post":false,"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[415,32,5],"tags":[],"class_list":["post-3181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kutubkhanah","category-melayu-hari-ini","category-sejarah"],"jetpack_publicize_connections":[],"taxonomy_info":{"category":[{"value":415,"label":"Kutubkhanah"},{"value":32,"label":"Melayu Hari ini"},{"value":5,"label":"Sejarah Melayu"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/4_.jpg?fit=1024%2C758&ssl=1",1024,758,true],"author_info":{"display_name":"Aswandi Syahri","author_link":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/author\/aswandisyahri\/"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":415,"name":"Kutubkhanah","slug":"kutubkhanah","term_group":0,"term_taxonomy_id":415,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":165,"filter":"raw","cat_ID":415,"category_count":165,"category_description":"","cat_name":"Kutubkhanah","category_nicename":"kutubkhanah","category_parent":0},{"term_id":32,"name":"Melayu Hari ini","slug":"melayu-hari-ini","term_group":0,"term_taxonomy_id":32,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":484,"filter":"raw","cat_ID":32,"category_count":484,"category_description":"","cat_name":"Melayu Hari ini","category_nicename":"melayu-hari-ini","category_parent":0},{"term_id":5,"name":"Sejarah Melayu","slug":"sejarah","term_group":0,"term_taxonomy_id":5,"taxonomy":"category","description":"","parent":32,"count":197,"filter":"raw","cat_ID":5,"category_count":197,"category_description":"","cat_name":"Sejarah Melayu","category_nicename":"sejarah","category_parent":32}],"tag_info":false,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/4_.jpg?fit=1871%2C1385&ssl=1","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8nwlA-Pj","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3181"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3183,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3181\/revisions\/3183"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}