{"id":2160,"date":"2018-06-25T01:58:43","date_gmt":"2018-06-24T18:58:43","guid":{"rendered":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/?p=2160"},"modified":"2024-07-09T17:25:54","modified_gmt":"2024-07-09T10:25:54","slug":"kitab-dalail-al-khayrat-pegangan-raja-haji-dalam-melawan-belanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/2018\/06\/kitab-dalail-al-khayrat-pegangan-raja-haji-dalam-melawan-belanda\/","title":{"rendered":"Kitab Dala\u2019il al-Khayrat,  Pegangan Raja Haji Dalam Melawan Belanda"},"content":{"rendered":"<p><strong>Inilah<\/strong> kitab yang sangat terkenal dan tersebar luas di kalangan Islam sunni di seluruh dunia. Menjadi amalan dan pegangan Raja Haji Fisabilillah selama perang melawan VOC-Belanda pada 1782-1784. <em>Dala\u2019il al-Khayrat, <\/em>\u00a0kitab yang masyhur setelah Al-Qur\u2019an dan al-Hadis. Apakah sesungguhnya kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em>?<\/p>\n<h5><strong><em>Karya al-Jazuli<\/em><\/strong><\/h5>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Judul lengkapnya dalam bahasa Arab adalah <em>Dala\u2019il al-Khayrat wa-Shawariq al-Anwar fi Dzikir al-Shlat \u2018ala al-Nabi al-Mukhtar.<\/em> Bila dimelayukan maka judulnya menjadi, \u2018<em>Penuntun kepada cahaya keberkahan nan berkilau, yang disertai dengan do\u2019a penuh berkah pilihan Nabi<\/em>\u2019.<\/p>\n<p>Kitab yang dalam penggunaan sehari-hari dikenl dengan nama <em>Dala\u2019il al-Khayrat,<\/em> atau <em>Dala\u2019il<\/em>, <em>Dalil,<\/em>\u00a0 ini disusun oleh seorang sufi asal Maroko bernama Abu \u2018Abdullah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli al-Simlali Rahimahullah. Nama panjang itu biasanya disingkat menjadi al-Jazuli.<\/p>\n<p>Sedikit yang diketahui tentang riwayat hidup al-Jazuli. Menurut Jan Just Witkam, al-Jazuli berasal dari al-Sus al-Aqsa, atau kota Jazulah, di Barat Daya negara Maroko sekarang. Ia pernah bermukim di Mekah dan Madinah selama beberapa tahun.<\/p>\n<p>Ketika kembali ke Maroko, al-Jazuli menetap di kota Fez dan tunak belajar di perpustakaan <em>Qarawiyyin<\/em> milik <em>Madrasah al-Syaffarin<\/em>. Hasil dari bertekeun-tekun itu adalah sebuah kitab berjudul <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> yang melambungkan namanya.<\/p>\n<p>Di kota Fez, al-Jazuli juga mejadi bagian dari kelompok Tarekat <em>Syaghiliyyah<\/em>, sebuah aliran tasawuf yang diajarkan oleh Nurrudin Abu Hasan al-Syadhili dari Tunisia. Pokok ajaran tarekat ini, yang menggiring manusia untuk takut kepada Allah, adalah mengamalkan Sunnah Nabi, memandang hina perkara duniawi, berserah diri kepada Allah, dan meminta perlindunganNya, menjadi esensi kitab karyanya.<\/p>\n<p>Al-Jazuli mangkat dalam sebuah pertelagahan politik di Maroko pada tahun 870 Miladiah. Mula-mula jazanahnya dimakamkan di kota Afughal, yang terletak daerah Haha. Kemudian, atas perintah Sultan Abu al-Abbas al-A\u2019raj dipindahkan makam itu ke tempat yang bernama Riyad al-\u2018Arus di kota Marakech .<\/p>\n<h5><strong>Di Alam Melayu <\/strong><\/h5>\n<p>Kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> dikenal luas oleh masyarakat negeri-negeri Islam di belahan Barat, tempat ia ditulis sekitar lima ratus tahun yang lalu, yang kemudian\u00a0 menyebar luas di negeri Islam Asia Tenggara, serta kawasan yang terletak diantaranya.<\/p>\n<p>Di Alam Melayu, kitab<em> Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> adalah salah satu kitab sunni yang penting setelah al-Qur\u2019an dan al-Hadis pada abad 18 dan 19.<\/p>\n<p>Kedudukannya sangat penting dalam kehidupan beragama masyarakat Alam Melayu. Hal ini terlihat dari begitu banyaknya manuskrip atau naskahnya yang masih masih dapat detemukan hingga ini. Bahkan versi cetak kitab ini masih terus dihasilkan hingga ke masa kini.<\/p>\n<p>Pada zaman penjajajahan di Alam Melayu, terutama abad 18 dan 19, kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> menjadi elemen yang sangat penting dalam menghadapi para penjajah yang di sebut kaum <em>kafir<\/em>.<\/p>\n<p>Masyarakat negeri-negeri Islam di Alam Melayu menggabungkan ritual dan ibadah menggunakan kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat,<\/em> seperti yang penah dilakukan oleh al-Jazuli ketika mepertahankan negerinya dari rempuhan kaum kafir Portugis.<\/p>\n<p>Pentingnya kitab ini dalam perjuangan anti kolonial di Alam Melayu, dapat dilhat dari banyaknya kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> yang ditemukan diantara beragam\u00a0 barang rampasan penting yang dikumpulkan Belanda selama perang di Aceh dan dataran tinggi Minangkabau pada abad 19.<\/p>\n<p>Menurut Catatan Just Witkamp, dalam korpus manuskrip <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> koleksi Perpustakaan Universitas Leiden yang berjumlah 34 buah, terdapat beberapa buah manuskrip yang dirampas selama perang Aceh (1873-1910). Selain itu ada pula sebuah salinan <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> yang terdapat dalam kitab kumpulan do\u2019a milik Tuan Imam Bonjol, pemimpin Perang Padri di Tanah Minangkabau.<\/p>\n<p>Di Indonesia, manuskrip atau naskah kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> antara lain dapat ditemukan dalam koleksi manuskrip Melayu simpanan Perpustakaan Nasional di Jakarta, dan dalam simpanan Balai Maklumat Kebudayaan Melayu di Pulau Penyengat.<\/p>\n<p>Kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat,<\/em> biasanya dijilid dengan mewah, dihias dengan iluminasi air emas yang indah-indah. Oleh karena itulah, dari sisi kodikologi, kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat <\/em>dianggap sebagai \u2018kompetitor\u2019 al-Qur\u2019an dari segi keindahan hiasan atau iluminasinya.<\/p>\n<div class=\"tiled-gallery type-rectangular tiled-gallery-unresized\" data-original-width=\"1290\" data-carousel-extra='{&quot;blog_id&quot;:1,&quot;permalink&quot;:&quot;https:\\\/\\\/jantungmelayu.co\\\/staging\\\/2018\\\/06\\\/kitab-dalail-al-khayrat-pegangan-raja-haji-dalam-melawan-belanda\\\/&quot;,&quot;likes_blog_id&quot;:123816578}' itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageGallery\" > <div class=\"gallery-row\" style=\"width: 1290px; height: 452px;\" data-original-width=\"1290\" data-original-height=\"452\" > <div class=\"gallery-group images-1\" style=\"width: 645px; height: 452px;\" data-original-width=\"645\" data-original-height=\"452\" > <div class=\"tiled-gallery-item tiled-gallery-item-large\" itemprop=\"associatedMedia\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\"> <a href=\"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/2018\/06\/kitab-dalail-al-khayrat-pegangan-raja-haji-dalam-melawan-belanda\/aswandi-pictorial-photo-dalalikhayrat-1\/\" border=\"0\" itemprop=\"url\"> <meta itemprop=\"width\" content=\"641\"> <meta itemprop=\"height\" content=\"448\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" data-attachment-id=\"2162\" data-orig-file=\"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg\" data-orig-size=\"1145,800\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?fit=300%2C210&#038;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?fit=1024%2C715&#038;ssl=1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?w=641&#038;h=448&#038;ssl=1\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?w=1145&amp;ssl=1 1145w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=150%2C105&amp;ssl=1 150w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=768%2C537&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=1024%2C715&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=100%2C70&amp;ssl=1 100w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=696%2C486&amp;ssl=1 696w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=1068%2C746&amp;ssl=1 1068w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1.jpg?resize=601%2C420&amp;ssl=1 601w\" width=\"641\" height=\"448\" loading=\"lazy\" data-original-width=\"641\" data-original-height=\"448\" itemprop=\"http:\/\/schema.org\/image\" title=\"Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-1\" alt=\"Bagian Kitab Dala\u2019il al-Khayrat dengan iluminasi (hiasan) yang indah. Diperkirakan disalin di Pulau Penyengat pada abad ke-19.\" style=\"width: 641px; height: 448px;\" \/> <\/a> <div class=\"tiled-gallery-caption\" itemprop=\"caption description\"> Bagian Kitab Dala\u2019il al-Khayrat dengan iluminasi (hiasan) yang indah. Diperkirakan disalin di Pulau Penyengat pada abad ke-19. <\/div> <\/div> <\/div> <!-- close group --> <div class=\"gallery-group images-1\" style=\"width: 645px; height: 452px;\" data-original-width=\"645\" data-original-height=\"452\" > <div class=\"tiled-gallery-item tiled-gallery-item-large\" itemprop=\"associatedMedia\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\"> <a href=\"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/2018\/06\/kitab-dalail-al-khayrat-pegangan-raja-haji-dalam-melawan-belanda\/aswandi-pictorial-photo-dalalikhayrat-2\/\" border=\"0\" itemprop=\"url\"> <meta itemprop=\"width\" content=\"641\"> <meta itemprop=\"height\" content=\"448\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" data-attachment-id=\"2163\" data-orig-file=\"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg\" data-orig-size=\"1145,800\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?fit=300%2C210&#038;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?fit=1024%2C715&#038;ssl=1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?w=641&#038;h=448&#038;ssl=1\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?w=1145&amp;ssl=1 1145w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=150%2C105&amp;ssl=1 150w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=768%2C537&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=1024%2C715&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=100%2C70&amp;ssl=1 100w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=696%2C486&amp;ssl=1 696w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=1068%2C746&amp;ssl=1 1068w, https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2.jpg?resize=601%2C420&amp;ssl=1 601w\" width=\"641\" height=\"448\" loading=\"lazy\" data-original-width=\"641\" data-original-height=\"448\" itemprop=\"http:\/\/schema.org\/image\" title=\"Aswandi-Pictorial-photo-dalalikhayrat-2\" alt=\"Hiasan Kitab Dala\u2019il al-Khayrat koleksi Perpustakaan Universitas Leiden\" style=\"width: 641px; height: 448px;\" \/> <\/a> <div class=\"tiled-gallery-caption\" itemprop=\"caption description\"> Hiasan Kitab Dala\u2019il al-Khayrat koleksi Perpustakaan Universitas Leiden <\/div> <\/div> <\/div> <!-- close group --> <\/div> <!-- close row --> <\/div>\n<h5><strong>Pegangan Raja Haji Fisabilillah<\/strong><\/h5>\n<p><em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> pada dasarnya adalah sebuah kitab kumpulan shalawat dan do\u2019a yang cukup tebal: sekitar 232 halaman. Di dalamnya dijelaskan keutamaan-keutamaan dan fadilat yang akan didapat oleh orang yang mengamalkannya.<\/p>\n<p>Disamping shalawat, didalamnya terdapat pula Asma\u2019ul-Husna, 200 buah Asma\u2019unnabi, dan do\u2019a besar <em>Hizbu al-Bahri<\/em> karya Imam abu al-Hsan al-Syahdhili yang pernah dipergunakan dan diamalkan oleh Ibnu Batutah dalam pengembaraaanya ke Negeri Cina dan Alam Melayu.<\/p>\n<p>Sebagaimana firman Allah yang dikutip oleh al-Jazuli, tujuan penyususan kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> adalah\u00a0 untuk mengajak manusia mendekatkan diri kepada Allah dan mengamalkan shalawat kepaba Nabi S.A.W.<\/p>\n<p>Di Alam Melayu, rangkaian shawalat yang indah ini dibaca sebagaimana layaknya membaca <em>Nazam Barzanji <\/em>denga lagu dan irama yang indah, demi mendapatkan safa\u2019at dan berkah dari baginda Nabi. Ia juga dikemas sedemikian rupa sebagai panduan ketaatan terhadap sunah Nabi Muhammad.<\/p>\n<p>Di Kerajaan Riau-Lingga Johor-dan Pahang pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Raja Haji (1778-1784), kitab ini tampaknya menjadi salah pegangan dan amalan yang utama.<\/p>\n<p>Dalam <em>Tuhfat al-Nafis<\/em>, Raja Ali Haji dengan jelas mencatat bagaimana datuknya, Raja Haji Fisabilillah, syahid dalam perang terakhir melawan kafir Belanda di Teluk Ketapang, Melaka, sambil memegang sebilah badik dan kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em>,\u00a0 pada 17 Juni 1784:<\/p>\n<p>\u201c\u2026<em>Maka Yang Dipertuan Muda Raja Haji pun bangkit menghunus badiknya. Sebelah tangannya memegang <\/em>[Kitab] <em>Dala\u2019il al-Khayrat.\u00a0 Maka dipeluk oleh beberapa orang. Maka di dalam tengah-tengah hal yang demikian itu, maka Yang Dipertuan Muda Raja Haji pun kenalah peluru barisan senapang. Maka baginda pun rebahlah lalu mangkat syahidlah\u2026\u201d<\/em><\/p>\n<p>Lebih jauh, dalam <em>Tuhfat al-Nafis<\/em>, raja Ali Haji juga menjelaskan bahawa selama memimpin peperangan yang berlangsung sepajang 1782 hingga 1784,\u00a0 Raja Haji banyak memperoleh kebaikan atau <em>istighlal<\/em> dengan membaca kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em>.<\/p>\n<p>Karena itulah, jika melihat kandungan isi kitab <em>Dala\u2019il al-Khayrat<\/em> yang sangat besar manfaatnya dimata kaum muslimin, maka bukankan suatu yang mengherankan bila kitab ini menjadi salah satu sumber kekuatan yang penting dalam perlawanan Raja Haji terhadap VOC-Belanda dalam perang Riau 1782-1784.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inilah kitab yang sangat terkenal dan tersebar luas di kalangan Islam sunni di seluruh dunia. Menjadi amalan dan pegangan Raja Haji Fisabilillah selama perang melawan VOC-Belanda pada 1782-1784. Dala\u2019il al-Khayrat, \u00a0kitab yang masyhur setelah Al-Qur\u2019an dan al-Hadis. Apakah sesungguhnya kitab Dala\u2019il al-Khayrat? Karya al-Jazuli \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Judul lengkapnya dalam bahasa Arab adalah Dala\u2019il al-Khayrat wa-Shawariq al-Anwar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2161,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","_kadence_starter_templates_imported_post":false,"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[415,379,32,5,347],"tags":[210,387],"class_list":["post-2160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kutubkhanah","category-manuskrip-melayu","category-melayu-hari-ini","category-sejarah","category-tajuk","tag-jembia","tag-raja-haji-fisabillillah"],"jetpack_publicize_connections":[],"taxonomy_info":{"category":[{"value":415,"label":"Kutubkhanah"},{"value":379,"label":"Manuskrip Melayu"},{"value":32,"label":"Melayu Hari ini"},{"value":5,"label":"Sejarah Melayu"},{"value":347,"label":"Tajuk"}],"post_tag":[{"value":210,"label":"jembia"},{"value":387,"label":"raja haji fisabillillah"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorialdalai-khayrat.jpg?fit=1024%2C715&ssl=1",1024,715,true],"author_info":{"display_name":"Aswandi Syahri","author_link":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/author\/aswandisyahri\/"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":415,"name":"Kutubkhanah","slug":"kutubkhanah","term_group":0,"term_taxonomy_id":415,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":165,"filter":"raw","cat_ID":415,"category_count":165,"category_description":"","cat_name":"Kutubkhanah","category_nicename":"kutubkhanah","category_parent":0},{"term_id":379,"name":"Manuskrip Melayu","slug":"manuskrip-melayu","term_group":0,"term_taxonomy_id":379,"taxonomy":"category","description":"","parent":32,"count":39,"filter":"raw","cat_ID":379,"category_count":39,"category_description":"","cat_name":"Manuskrip Melayu","category_nicename":"manuskrip-melayu","category_parent":32},{"term_id":32,"name":"Melayu Hari ini","slug":"melayu-hari-ini","term_group":0,"term_taxonomy_id":32,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":484,"filter":"raw","cat_ID":32,"category_count":484,"category_description":"","cat_name":"Melayu Hari ini","category_nicename":"melayu-hari-ini","category_parent":0},{"term_id":5,"name":"Sejarah Melayu","slug":"sejarah","term_group":0,"term_taxonomy_id":5,"taxonomy":"category","description":"","parent":32,"count":197,"filter":"raw","cat_ID":5,"category_count":197,"category_description":"","cat_name":"Sejarah Melayu","category_nicename":"sejarah","category_parent":32},{"term_id":347,"name":"Tajuk","slug":"tajuk","term_group":0,"term_taxonomy_id":347,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":287,"filter":"raw","cat_ID":347,"category_count":287,"category_description":"","cat_name":"Tajuk","category_nicename":"tajuk","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":210,"name":"jembia","slug":"jembia","term_group":0,"term_taxonomy_id":210,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":20,"filter":"raw"},{"term_id":387,"name":"raja haji fisabillillah","slug":"raja-haji-fisabillillah","term_group":0,"term_taxonomy_id":387,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/Aswandi-Pictorialdalai-khayrat.jpg?fit=1145%2C800&ssl=1","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8nwlA-yQ","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2160"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4830,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2160\/revisions\/4830"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jantungmelayu.co\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}